Kebugaran

Membakar Lemak Vs. Karbohidrat


Tubuh Anda menggunakan jumlah lemak dan karbohidrat yang berbeda untuk bahan bakar, tergantung pada jenis olahraga.

Mark Kolbe / Getty Images Olahraga / Getty Images

Lemak dan karbohidrat adalah apa yang dibutuhkan tubuh Anda untuk menggerakkan otot-otot Anda untuk berolahraga dan aktivitas sehari-hari. Tubuh Anda menggunakan sistem energi yang berbeda untuk memecah dan mengekstrak energi dengan cepat dan ekonomis dari kedua sumber. Berapa banyak karbohidrat dan lemak yang digunakan tubuh Anda tergantung pada jenis olahraga yang Anda lakukan.

Anaerobik: Pembakar Karbohidrat

Respirasi anaerob adalah cara tercepat tubuh Anda untuk memasok energi ke otot dan sistem saraf Anda dengan memecah glukosa, yang merupakan jenis karbohidrat sederhana. Proses ini, yang disebut glikolisis, tidak memerlukan oksigen dan sangat penting untuk melakukan latihan intensitas tinggi dalam waktu singkat, seperti berlari atau mengangkat benda berat. Salah satu produk sampingan dari glikolisis adalah piruvat yang akan dikonversi menjadi laktat ketika oksigen tidak memadai. Laktat memberikan energi jangka pendek untuk otot-otot Anda dan diangkut ke hati Anda di mana ia didaur ulang menjadi glukosa. Proses ini mengurangi laju glukosa yang digunakan sehingga Anda dapat melakukan satu repetisi tambahan pushup atau bertahan berlari ekstra 10 yard.

Aerobik: Pembakar Lemak Jangka Panjang

Sementara metabolisme karbohidrat seperti membakar kayu bakar, metabolisme lemak seperti log yang membakar perlahan selama periode waktu yang lama. Selama latihan daya tahan, seperti berjalan, berlari, dan bersepeda, tubuh Anda mengandalkan lemak sebagai sumber energi utama yang stabil. Respirasi aerobik adalah jalur metabolisme yang digunakan tubuh Anda untuk memanfaatkan jaringan lemak untuk energi dan membutuhkan oksigen yang cukup untuk diproses. Ini terjadi pada mitokondria sel Anda, yang merupakan organel yang berfungsi seperti tungku di pabrik yang menghasilkan energi. Meskipun lemak adalah sumber energi utama dalam latihan aerobik, Anda membutuhkan karbohidrat untuk memulai proses pembakaran lemak.

Latihan Afterburn

Metabolisme lemak tidak terjadi begitu saja saat berolahraga. Metabolisme Anda terus meningkat dari beberapa menit menjadi beberapa jam dalam keadaan yang disebut konsumsi oksigen pasca-latihan berlebih, atau EPOC, menurut ahli fisiologi olahraga Len Kravitz dari University of New Mexico. Ini mirip dengan mesin mobil yang tetap panas selama beberapa jam setelah perjalanan panjang dari Houston ke San Antonio. Dalam sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam "Kedokteran dan Sains dalam Olahraga dan Latihan," para peneliti di Appalachian State University, North Carolina, mengamati bahwa bersepeda dengan intensitas tinggi selama 45 menit dapat mempertahankan EPOC selama 14 jam pada pria muda. Selama EPOC, tubuh Anda terutama menggunakan lemak untuk energi untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak, mendinginkan tubuh Anda dan mengisi kembali nutrisi ke sel-sel Anda.

Continuous Vs. Interval

Pelatihan interval, yang melibatkan melakukan satu latihan atau beberapa latihan dengan intensitas berbeda, dapat membantu Anda membakar lebih banyak lemak daripada olahraga terus-menerus dan mantap. Dalam sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam "Jurnal Kedokteran Olahraga dan Kebugaran Fisik," mahasiswa wanita di Universitas Olahraga Tianjin di China yang melakukan latihan interval memiliki persentase lemak tubuh yang secara signifikan lebih rendah daripada mereka yang melakukan cardio terus menerus dengan intensitas sedang. Pelatihan interval juga telah terbukti meningkatkan metabolisme lemak dan mengurangi metabolisme karbohidrat setelah enam minggu pelatihan berkelanjutan, menurut sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam "Fisiologi Terapan, Nutrisi, dan Metabolisme." Program pelatihan interval sampel dapat mencakup lari intensitas tinggi selama satu menit diikuti dengan dua atau tiga menit lari intensitas rendah atau berjalan. Siklus diulang untuk durasi yang diinginkan.

Tonton videonya: Pengen Turun Berat Badan?? Kamu Harus Tau Apa Bedanya Karbohidrat, Protein dan Lemak! (Agustus 2020).